SukaPET Saya hanyalah seorang yang habi memelihara dan merawat hewan peliharaan, dan dikarenakan sekarang ini sudah canggih maka saya berkeinginan untuk berbagi sesuatu yang saya ketahui tentang hewan melalui blog ini.

Makanan Burung Walet Piyik dan Dewasa yang Berkualitas

Makanan Burung Walet

Sukapet.com, Untuk menghasilkan burung walet yang sehat dan dapat segera membuat sarang, peternak harus sangat memperhatikan penyediaan makanan burung walet yang bernutrisi tinggi. Pakan menjadi salah satu faktor penentu kelangsungan hidup bagi setiap makhluk, tak terkecuali burung walet. Di alam liar, walet biasa berburu serangga kecil yang banyak beterbangan di area persawahan, sungai, hutan, dan juga laut.

Untuk membuat burung walet tak terbang terlalu jauh dalam mencari makanan, pembudidaya burung walet berupaya menyediakan makanan yang bernutrisi di sekitar bangunan rumah walet.

Berikut akan dijelaskan makanan burung walet baik yang piyik maupun dewasa beserta cara penyediaannya.

Makanan Burung Walet saat Masih Piyik

Pada dasarnya makanan burung walet yang masih piyik masih bergantung pada induknya. Sang induk akan mencukupi kebutuhan pangan dan juga pemeliharaan burung walet yang masih piyik tersebut.

Makanan yang diberikan dari mulut sang induk akan meningkatkan daya tahan tubuh si piyik karena mengandung antibodi.

Induk akan secara rutin pada setiap jamnya akan memberikan makanan pada piyik. Hal ini akan berlangsung kurang lebih selama satu minggu.

Baru setelah piyik sudah lebih besar, induk akan mengurangi frekuensi pemberian makanan pada piyik setidaknya hanya cukup tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari.

Pada saat itulah, pembudidaya burung walet dapat mulai memberikan pakan kepada piyik. Ada beberapa alternatif makanan yang baik untuk anak walet selama dia masih disuapi, antara lain telur semut ( kroto segar), serangga kecil yang terbang pada buah yang busuk atau pada ubi kayu.

Ketika anak walet mencapai umur 11 hari hingga berumur 43 hari, akan tumuh bulu-bulu pada tubuhnya. Setelah itu, mereka sudah dapat belajar terbang setidaknya dengan ketinggian 1.5 M. Sejak fase ini mereka akan mulai belajar menangkap serangga sambil terang.

Makanan Burung Walet Dewasa

Pada dasarnya, burung walet adalah burung liar yang dapat berburu makanannya sendiri. Dan ketika burung ini dibudidayakan, sudah barang tentu pembudidaya akan berusaha mencukupi kebutuhan pakan bagi burung walet tersebut. Meski demikian, kebiasaan burung walet dalam mendapatkan makanan secara alami seperti di alam bebas tidak dapat dihilangkan. Untuk ini, pembudidaya burung puyuh harus dapat menyediakan makanan yang seperti makanan yang sering didapatkan oleh burung walet di alam bebas. Selain itu, pembudidaya harus menyediakan makanan yang menyehatkan bagi burung walet dewasa agar pertumbuhannya dapat terjaga dengan baik.

Makanan burung walet yang mudah untuk didapatkan sekaligus menyehatkan bagi burung walet dewasa adalah ulat dan serangga kecil.

Kandungan protein yang terdapat dalam ulat maupun serangga tergolong cukup tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan walet dewasa.

Jenis serangga yang disukai oleh walet adalah serangga bersayap bening seperti laron, semut bersayap, lebah, kumbang, lalat, capung, belalalang, hingga wereng. Jenis serangga yang dijadikan makanan bagi burung walet akan menentukan kualitas sarang burung walet.

Cara Penyediaan Makanan Burung Walet

Baca Juga: Jenis Makanan Burung Puyuh Petelur

Penyediaan pakan jangka pendek

Cara ini dapat dilakukan secara manual 1 atau 2 hari sekali dengan cara menangkap berbagai macam serangga kecil yang beterbangan di sekitar kita. Misalnya kita dapat menangkap laron yang ada di sekitar rumah, menangkap belalang di daerah persawahan, atau dapat juga mencari semut bersayap yang ada di lubang-lubang tanah. Penyediaan berbagai jenis serangga sebagai bahan makanan bagi burung walet yang dibudidayakan pada dasarnya masih bergantung pada alam. Dimana Anda harus mencari berbagai jenis serangga yang ada di alam untuk kemudiaan dikumpulkan dan diberikan pada burung walet sebagai pakan.

Penyediaan pakan jangka panjang

Berbeda dengan penyediaan pakan jangka pendek, cara penyediaan pakan yang satu ini tidak sepenuhnya bergantung pada alam. Artinya, Anda harus mencari cara untuk dapat menghasilkan serangga-serangga dalam waktu yang lama dan berkelanjutan. Cara ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya ketersediaan makanan dari alam. Untuk menyediakan pakan jangka panjang, yang dapat Anda lakukan adalah dengan menanam tanaman tumpang sari, membuat kolam, melakukan budidaya serangga, bahkan produksi kutu.

  • Menanam tanaman tumpang sari

Anda dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman tumpang sari. Sebenarnya, dalam menanam tanaman tumpang sari ada dua manfaat sekaligus yang dapat Anda peroleh. Selain cara ini dapat menghasilkan serangga yang beterbangan di sekitar tanaman, Anda juga dapat memperoleh hasil berupa buah dan sayur.Ini tentu saja akan menambah keuntungan tersendiri bagi Anda. Selain makanan bagi burung walet akan terpenuhi, Anda pun dapat mengonsumsi atau menjual hasil menanam tanaman tumpang sari tersebut.

  • Membuat kolam

Di sekitar bangunan rumah walet, Anda dapat membuat kolam yang di atasnya diberi tanaman-tanaman air. Tanaman air tersebut yang akan menarik berbagi serangga air untuk berkembangbiak di sana. Semakin banyak serangga air yang berkembangbiak di kolam tersebut, semakin banyak pula bahan pakan bagi burung walet.

  • Budidaya Serangga

Serangga yang biasanya dibudidayakan sebagai makanan burung adalah serangga lalat cuka atau Drosophila melanogaster. Serangga ini bukan termasuk hama karena mereka hanya memakan buah yang hampir busuk saja. Serangga jenis ini menjadi salah satu makanan yang sangat disukai oleh burung walet. Untuk melakukan budidaya serangga tersebut, Anda dapat melakukannya dengan cara memanfaatkan kulit buah-buahan yang hampir busuk, seperti buah mangga, pisang, pepaya ataupun nanas. Namun hindari penggunaan buah yang baunya cukup tajam seperti buah durian.

Selain itu, Anda juga dapat membudidayakan serangga jenis lainnya dengan menimbun gaplek di sudut-sudut bangunan rumah walet. Siram timbunan gaplek itu dengan air dan diamkan selama satu bulan. Setelah satu bulan, akan muncul kutu-kutu putih yang merupakan kutu gaplek. Tentu saja dengan munculnya serangga kecil ini akan sangat membantu peternak dalam menyediakan pakan bagi burung walet.

Cara lain untuk membudidayakan serangga untuk pakan burung walet adalah dengan menebar jerami di atas lantai rumah burung walet. Jerami-jerami tersebut lalu diperciki air dan tunggu sampai beberpa hari. Kemudian jerami tersebut akan membusuk dan serangga kecil ataupun hama akan muncul. Serangga inilah yang nantinya akan digunakan sebagai pakan walet.

  • Memproduksi kutu

Kutu merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh burung walet. Keberadaan kutu sendiri dapat menarik kedatangan walet untuk membuat sarang di tempat itu. Biasanya walet akan menetap dan kemudian membuat sarang di tempat yang terdapat banyak kutu. Itulah mengapa para pembudidaya burung walet berusaha untuk memproduksi kutu. Tak hanya demi untuk membuat walet betah di tempat itu, namun yang paling penting ketersediaan makanan walet tercukupi.

Kutu sendiri dapat dihasilkan dari dedak yang dimasukkan pada karung atau ember karet yang tidak ditutup dan tidak diberi air. Setelah dua minggu didiamkan, maka akan muncul kutu berwarna kecoklatan yang beterbangan.

Kesimpulannya, makanan burung walet baik yang masih piyik maupun dewasa biasanya berupa serangga kecil yang bisa didapatkan langsung dari alam atau dapat pula menyediakannya sendiri dengan berbagai cara. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang berniat untuk membudidayakan burung walet. (Baca juga: Jenis Burung Walet)

SukaPET Saya hanyalah seorang yang habi memelihara dan merawat hewan peliharaan, dan dikarenakan sekarang ini sudah canggih maka saya berkeinginan untuk berbagi sesuatu yang saya ketahui tentang hewan melalui blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *